Warga Sungai Panas ‘Curhat’ Soal SMA ke Marlin

Warga Sungai Panas ‘Curhat’ Soal SMA ke Marlin
Hj.Marlin Gustina RUdi

Batam - Pelukan hangat seorang wanita lanjut usia menyambut Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina di Kampung Melayu Sungai Panas, Jumat (16/10).

Kunjungan Marlin ke RW 02 Kelurahan Sungai Panas Kecamatan Batam Kota itu dalam rangka silaturahmi bersama warga sekitar.

Momen silaturahmi itu pun dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluh kesah. Antara lain tentang sulitnya anak di wilayah tersebut masuk ke SMA negeri.

“Anak kami susah masuk SMA Bu. Ke SMA 8 beda zonasi, untuk Bengkong. Ke SMA 3 jauh. Jika nanti Ibu jadi Wakil Gubernur Kepri, insya Allah jadi, kasihlah kami sekolah SMA di wilayah kami ini Bu,” tutur Uray, perwakilan warga.

Marlin pun menanggapi hal ini secara langsung. Ia mengatakan keluhan tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA ini memang banyak ia dengar di berbagai lokasi silaturahmi.

Tak hanya itu. Marlin mengaku sering juga didatangi warga untuk menyampaikan permasalahan ini setiap musim PPDB tiba. Bukan tanpa sebab kediamannya didatangi warga. Suaminya, Muhammad Rudi, adalah Wali Kota Batam yang kini sedang cuti kampanye untuk pencalonan sebagai wali kota periode kedua.

“Saat SMA masih menjadi kewenangan kota, Bapak Muhammad Rudi bisa dengan cepat menyelesaikannya. Tambah rombel di tiap sekolah, yang penting anak-anak masuk. Tapi begitu dialihkan ke provinsi, Bapak Muhammad Rudi juga tak bisa berbuat banyak. Karena itu, kalau kita punya perwakilan di provinsi tentu akan lebih mudah penyelesaiannya,” tutur Calon Wagub Kepri nomor urut 3 ini.

Menurut Marlin, pasangannya di Pilkada Kepri, Ansar Ahmad juga fokus pada pendidikan. Programnya antata lain belajar 12 tahun harus bisa dilaksanakan di Kepri.

“Jadi Bapak Ibu tak perlu khawatir. Kalau insya Allah saya diijabah dan Bapak Muhammad Rudi juga insya Allah jadi lagi, insya Allah semua selesai. Permasalahan bisa terselesaikan dalam birokrasi yang tak sulit,” ujarnya.

Selain penambahan rombel, pembangunan sekolah baru juga bisa dilakukan. Asalkan ada lahan yang siap digunakan untuk pembangunan sekolah.

“Pembangunan sekolah ini yang penting ada lahannya. Untuk lahan ini bisa kita tanyakan ke BP Batam, dan itu orangnya Bapak Muhammad Rudi juga. Saya akan sampaikan ke BP Batam, di Sungai Panas butuh SMA, kira-kira di mana lahannya. Nanti kita bangun tergantung lahannya ada di mana,” papar Marlin.(*)

Editor Zulfahmi