Kembangkan Potensi Wilayah, Ansar-Marlin Siapkan Program Kelautan dan Perikanan

Kembangkan Potensi Wilayah, Ansar-Marlin Siapkan Program Kelautan dan Perikanan

Batam - Wilayah Kepulauan Riau didominasi laut. Bahkan hanya 4 persennya yang berupa daratan. Oleh karena itu, pengembangan potensi kelautan tak mungkin dilupakan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Pasangan calon kepala daerah nomor urut 3 di Pilkada Kepri 2020 ini memasukkan optimalisasi potensi perikanan dan kelautan dalam program kerjanya.

“Program unggulan kita antara lain optimalisasi perikanan. Baik itu nelayannya, industri perikanannya, pengolahan perikanan, itu akan kita kembangkan,” tutur Marlin Agustina saat silaturahmi di Perumahan Tiban Palem Kecamatan Sekupang, Rabu (4/11).

Potensi daerah lainnya yang akan dikembangkan bila terpilih nanti adalah perkebunan di Kabupaten Lingga. Telah lama program cetak sawah tidak aktif lagi di satu dari tujuh kabupaten/kota di Kepri tersebut. Apabila mendapat amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, pasangan Ansar-Marlin akan menghidupkan kembali program cetak sawah ini.

“Akan kami fasilitasi juga perkebunan di daerah. Seperti di Lingga itu akan kami hidupkan kembali cetak sawah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Marlin memaparkan visi, misi, dan tujuh program unggulan pasangan AMAN (Ansar-Marlin Amanah Negeri). Menurut Marlin, visi misi dan program unggulan mereka ini sudah memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Visi, misi, dan program unggulan kami sudah menjawab semua persoalan masyarakat dan memajukan daerah,” ungkapnya.

Adapun visi pasangan Ansar-Marlin yaitu mewujudkan Kepulauan Riau yang makmur, berdaya saing, dan berbudaya. Di dalam misi-misinya sudah mencakup pengembangan sumber daya manusia, optimalisasi potensi daerah, pemerataan pembangunan infrastruktur, pengembangan usaha mikro kecil menengah, hingga kebudayaan.

“Jejaring pengaman sosial kita siapkan. Termasuk kesejahteraan guru, pemuka agama, tenaga medis, sampai kader posyandu pun akan kami perhatikan,” kata Marlin.(*)